Marine Biotechnology
October 2012, Volume 14, Issue 5, pp 583-590,
http://link.springer.com/article/10.1007%2Fs10126-012-9444-5
Genomics in Eels — Towards Aquaculture and Biology
Yuki Minegishi,
Christiaan V. Henkel, Ron P. Dirks, Guido E. E. J. M. van den Thillart
Belut air tawar (genus Anguilla),
terutama spesies yang mendiami daerah beriklim dingin seperti
belut Eropa, Amerika dan Jepang, adalah spesies penting untuk budidaya. Namun permasalahan
dalam membudidayakan belut sangat beragam, misalnya, kurangnya informasi dasar
tentang reproduksi di alam, tidak ada makanan yang sesuai untuk larva, tingkat kematian
yang tinggi, dan varietas yang beragam. Tetapi kemajuan teknologi terbaru dalam
sequencing dan komputasi sekarang memungkinkan akumulasi informasi genom bahkan
untuk spesies tertentu. Rancangan genom dari belut jenis Anguilla anguilla baru-baru ini telah banyak ditentukan dengan
menggunakan teknologi illumina dan data transcriptomic. Informasi genom yang
luas akan memudahkan banyak aspek reproduksi buatan belut. Selain nilainya
dalam studi biologis, genomik dapat memberikan banyak informasi tentang, pematangan
gonad, pengembangan, dan pemeliharaan yang sesuai.
Tahun 2012, Henkel et al. (2012) menggunakan
teknologi sequencing illumina dan menentukan rancangan genom belut Eropa, ini
adalah laporan pertama dari urutan genom seluruh genus Anguilla dan
Anguilliformes yang lain. Genom yang dirakit terdiri dari hubungan tangga
panjang khas (N50) dari 1,7 Kbp. Hubungan yang paling banyak selanjutnya
disusun menjadi 186.000 tangga genom dengan N50 dari 77,6 Kbp, menghasilkan
perakitan akhir 923 Mbp. Ternyata 179 Mbp yang berhubungan, tidak termasuk
dalam tangga genom yang lebih besar karena ukuran mereka yang kecil atau urutan
yang berulang-ulang. Angka-angka ini sesuai dengan ukuran genom (1.1 Gbp) yang diperkirakan
berdasarkan aliran cytometry, dan menunjukkan bahwa perakitan genom belut Eropa
cukup lengkap.
Penelitian Henkel juga menghasilkan
sekitar 46.000 gen yang diperkirakan ada pada genom belut Eropa. Dalam hal itu,
Henkel menunjukkan hasil dari analisis gen ontologi (GO) dengan menggunakan
16.402 gen (35,7%) dari belut Eropa, yang diproses oleh Blast2GO. Menggunakan
alat analisis GO categorizer berbasis web, 186.116 istilah GO ditemukan pada 16.402
gen pertama yang dijalankan di tiga domain utama GO yaitu proses biologis [GO:0008150],
fungsi molekul [GO: 0003674 ] dan komponen seluler [GO: 0005575]). GO
distribusi kemudian dijalankan di masing-masing tiga kategori berdasarkan
istilah GO Slim2, yang merupakan versi sederhana dari seluruh istilah GO. Tugas
pertama untuk tiga kategori, diperoleh 60% persyaratan dalam proses biologi,
25,8% dalam fungsi molekul, dan 10,1% dalam komponen seluler.
Studi menggunakan sumber daya genom
telah menjadi semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Dalam belut,
genomik masih pada tahap sangat awal di mana data dasar diakumulasikan, namun
belum diterapkan untuk studi fungsional lainnya seperti proteomik. Dengan
tersedianya susunan genom belut Eropa dan belut Jepang maka akan menyediakan
dasar yang kokoh untuk genomik komparatif dalam belut. Singkatnya, genomik
belut tumbuh dengan pesat sehingga sekarang memiliki lebih banyak pilihan dan
pendekatan untuk mengamati latar belakang genetik dan mekanisme berbagai sifat
fenotip daripada sebelumnya. Pengembangan genomik belut akan berpengaruh pada
bidang budidaya, dengan memodifikasi protokol berdasarkan informasi yang
diperoleh dari analisis transcriptome dan genomik fungsional maka akan menjawab
pertanyaan mengenai masalah yang dihadapi dalam budidaya belut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar